PSEL Bali Segera Groundbreaking Juli 2026: Solusi Strategis Atasi Darurat Sampah

PSEL Bali Segera Groundbreaking Juli 2026 Solusi Strategis Atasi Darurat Sampah

DENPASAR – balinusra.com | Pemerintah Provinsi Bali mempercepat langkah penanganan darurat sampah melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy. Proyek strategis ini ditargetkan mulai melakukan groundbreaking pada 8 Juli 2026 mendatang untuk wilayah Denpasar Raya.

Pembangunan fasilitas modern ini menjadi jawaban atas kondisi TPA Suwung yang kian kritis. Serta penumpukan sampah yang menghambat sektor pariwisata di Denpasar dan Badung.

Target Penyelesaian dan Lokasi Proyek

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa proyek PSEL ini dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2027. Saat ini, tahap awal berupa pengurugan lahan di area seluas sekitar 6 hektar sudah mulai dilakukan.

“Proyek ini telah diproses oleh Danantara dan menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga fondasi utama Bali sebagai destinasi wisata dunia,” ujar Koster dalam keterangannya di Kertha Sabha, Denpasar.

Fasilitas PSEL ini dirancang dengan kapasitas besar yang mampu mengolah hingga 1.200 ton sampah per hari. Pemerintah berharap kehadiran teknologi ini tidak hanya menangani sampah harian (sampah baru), tetapi juga menyelesaikan persoalan sampah lama yang telah mengendap bertahun-tahun di kawasan TPA Suwung.

Pemerintah optimis bahwa pada tahun 2028, seluruh permasalahan sampah di wilayah Denpasar dan Badung dapat tertangani secara optimal dan berkelanjutan.

Revitalisasi TPA Suwung Menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Salah satu dampak positif dari proyek ini adalah rencana revitalisasi kawasan eks TPA Suwung. Setelah tumpukan sampah lama berhasil diolah melalui sistem PSEL, pemerintah menargetkan kawasan tersebut berubah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ramah lingkungan, ruang publik bagi masyarakat Bali. Serta area yang mendukung peningkatan kualitas lingkungan hidup di sekitarnya.

Meski PSEL menjadi solusi teknologi tinggi, Koster menegaskan pentingnya dukungan masyarakat melalui pemilahan sampah rumah tangga. Pemerintah daerah terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis sumber melalui TPS3R dan TPST.

Pemilahan antara sampah organik dan anorganik sangat krusial agar proses konversi sampah menjadi energi listrik dapat berjalan secara maksimal. Sambil menunggu proyek selesai, gerakan bersih-bersih lingkungan tetap akan digencarkan di seluruh wilayah Bali. Baiq