Strategi Putri Koster Wujudkan Bali Bersih: Disiplin Telajakan Jadi Kunci Gerakan Kulkul PKK

Strategi Putri Koster Wujudkan Bali Bersih Disiplin Telajakan Jadi Kunci Gerakan Kulkul PKK
Strategi Putri Koster dalam Gerakan Kulkul PKK yang menekankan disiplin telajakan rumah tangga untuk mewujudkan Bali bersih dan asri.

BANGLI – balinusra.com | Kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam Bali kini difokuskan mulai dari lingkup terkecil, yaitu halaman rumah. Melalui Gerakan Kulkul PKK, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, menekankan bahwa kedisiplinan rumah tangga adalah fondasi utama dalam menciptakan lingkungan bersih dan asri.

Saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Bangli, Putri Koster memberikan apresiasi tinggi terhadap tata ruang desa yang rapi.

Ia melihat langsung bagaimana telajakan yang bersih dan sistem pengelolaan sampah mandiri di tiap rumah menjadi standar yang patut ditiru oleh masyarakat luas.

Gerakan Kulkul PKK, Bersih-Bersih Dimulai dari Rumah

Esensi dari Gerakan Kulkul bukan sekadar pertemuan rutin atau gotong royong massal. Putri Koster menegaskan, gerakan ini adalah upaya menghidupkan kembali kearifan lokal Bali yang berbasis pada tanggung jawab personal.

“Begitu suara kulkul terdengar, laksanakan pembersihan di telajakan dan lingkungan rumah masing-masing. Kuncinya ada pada disiplin, tidak harus selalu berkumpul di satu titik,” kata Putri Koster.

Dengan cara ini, jika setiap keluarga menjaga kebersihan areanya sendiri, maka secara otomatis seluruh desa akan menjadi bersih tanpa perlu dipaksa.

Solusi Sampah dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Selain disiplin individu, Putri Koster juga mendorong langkah-langkah konkret dalam penanganan sampah dan penguatan ekonomi melalui pemanfaatan lahan untuk TPS3R.

Selain itu, mengedukasi warga tentang cara sederhana mengurai sampah organik, salah satunya menggunakan air cucian beras. Serta mengajak warga menanam Bunga Pucuk Bang di area telajakan untuk mempercantik lingkungan. Sekaligus menggerakkan ekonomi pembibit tanaman lokal.

Dalam kunjungannya, Putri Koster juga menunjukkan sisi kemanusiaan dengan menyerahkan bantuan 100 kilogram beras bagi warga yang membutuhkan.

Ia pun menyempatkan diri mengunjungi pelaku usaha lokal, seperti produsen kue bolu Ni Komang Srinadi. Sekaligus memberikan dukungan terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.

Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari perangkat desa dan tokoh adat. Perbekel Desa Penglumbaran, I Wayan Artawan, menyatakan kesiapan warganya dalam mendukung keberlanjutan program ini.

Sementara itu, Bendesa Adat Bebalang, Nyoman Karsana menambahkan, pendekatan yang menekankan tanggung jawab individu jauh lebih efektif dan tidak membebani masyarakat.

Gerakan Kulkul PKK adalah simbol transformasi perilaku masyarakat Bali. Dengan menjaga telajakan dan ruang privat masing-masing, masyarakat sesungguhnya sedang merawat peradaban dan masa depan Bali agar tetap lestari. Baiq