LABUAN BAJO – balinusra.com | Keamanan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, kembali menjadi sorotan setelah insiden pengeroyokan menimpa seorang driver ojol (ojek online). Kejadian ini memicu desakan evaluasi total terhadap tata kelola transportasi di wilayah tersebut, demi menjaga kenyamanan wisatawan dan warga lokal.
Korban bernama Donatus Darso mengaku mengalami trauma berat setelah dikeroyok oleh sekelompok orang di sekitar Bandara Internasional Komodo, Manggarai Barat, NTT. Terduga pelaku ditengarai merupakan anggota AWSTAR (Asosiasi Angkutan Kendaraan Wisata Darat).
Donatus menceritakan bahwa aksi kekerasan tersebut terjadi pada Senin (13/4/2026), dan melibatkan sekitar 7 hingga 9 orang.
“Saya dipukul dan ditendang sampai jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat. Saya sempat bangun, naik motor lagi, tapi dipukul lagi,” ungkapnya.
Akibat kejadian itu, Donatus mengalami luka di leher karena sempat dicekik dan kini memilih untuk tidak bekerja selama dua hari akibat trauma.
Penganiayaan Driver Ojol: Konflik Area Penjemputan Penumpang
Insiden ini bermula saat Donatus menerima pesanan dari seorang wisatawan asal Eropa di Bandara Komodo. Menyadari adanya kesepakatan bahwa ojol tidak boleh menjemput di area dekat bandara, Donatus meminta penumpang bertemu di depan sebuah minimarket yang lokasinya cukup jauh dari pintu keluar.
Namun, saat penumpang tiba dan hendak naik ke motor, sekelompok orang mendatangi Donatus dan membentaknya. Lalu dan memaksa penumpang turun hingga berujung pada aksi penganiayaan.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang mengatakan, kasus penganiaan ini sedang dalam tahap pendalaman oleh tim penyidik untuk mengidentifikasi para pelaku, serta motif di balik aksi tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua Komunitas Grab Komodo Cama Laing Labuan Bajo, Leonardus Efendi, sangat menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, aksi kekerasan di area publik jelas mencederai rasa aman bagi mitra pengemudi. Sekaligus mencoreng wajah pariwisata Indonesia di mata dunia.
“Tentu kami meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Harus ada efek jera supaya ke depannya tidak ada lagi intimidasi atau kekerasan terhadap driver di area publik,” tegas Leonardus.
Desakan Evaluasi Sistem Transportasi Bandara
Meski mengapresiasi langkah cepat Dinas Perhubungan (Dishub) dan kepolisian dalam melakukan mediasi, Leonardus menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan transportasi di kawasan bandara agar lebih transparan dan optimal.
Pihaknya menegaskan komitmen untuk menjaga kondusivitas Labuan Bajo, dan siap berkolaborasi dengan seluruh stakeholder demi memastikan pelayanan terbaik bagi para tamu yang berkunjung. Baiq





