DENPASAR – balinusra.com | Seorang bocah asal India, Singh Aditya (13), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang Hotel Cakra, Denpasar Timur, Rabu (1/4/2026) malam.
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.10 WITA. Korban pertama kali ditemukan oleh dua saksi yang melintas di atas jembatan kolam saat hendak membuang sampah.
Salah satu saksi, Aldegonda Veriosmi (21), mengaku melihat bayangan gelap di dasar kolam. Ia kemudian memanggil karyawan hotel bagian engineering yang saat itu tengah melakukan perawatan kolam.
“Jenazah ditemukan berada di dasar kolam renang dengan kedalaman 2 meter dalam kondisi tengkurap, kepala di utara dan kaki di selatan, mengenakan pakaian hijau lumut, serta kaos kaki putih,” terang Kompol I Ketut Tomiyasa, Senin (6/4/2026).
Mengetahui kejadian tersebut, karyawan hotel segera menghubungi petugas keamanan melalui handy talky (HT). Sejumlah staf hotel bersama tamu langsung melakukan evakuasi.
Korban berhasil diangkat dari dasar kolam dan dibawa ke pinggir untuk diberikan pertolongan pertama berupa pompa dada. Salah satu saksi, Wahid Marzuki (25), yang bekerja sebagai front office, sempat melakukan resusitasi selama beberapa menit.
“Setelah berhasil diangkat, saksi membantu meminggirkan korban dan melakukan pompa dada. Dari mulut korban sempat keluar busa, dan saksi melakukan resusitasi sekitar tiga menit lebih,” imbuhnya.
Namun, korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Korban kemudian dilarikan ke RS Dharma Yadnya menggunakan kendaraan hotel. Setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
Korban Bagian dari Tim Olahraga India yang Menginap di Hotel Cakra Denpasar
Berdasarkan keterangan saksi, korban merupakan bagian dari rombongan tim olahraga asal India yang menginap di hotel tersebut. Manajer tim, Ajay Kumar (26), menyebut pada pukul 19.30 WITA sejumlah anak sempat bermain di area kolam.
Sekitar pukul 20.23 WITA, sebagian rombongan meninggalkan hotel untuk makan malam di kawasan Sanur. Dari total 31 anak, korban diketahui tetap berada di hotel.
Sekitar pukul 21.24 WITA, pihak tim menerima informasi bahwa salah satu anggota mereka tenggelam. Manajer bersama rombongan kemudian kembali ke hotel dan menuju rumah sakit.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, pada bagian hidung ditemukan buih halus berwarna putih yang menguatkan dugaan korban meninggal akibat tenggelam.
Saat ini, jenazah korban dititipkan di RS Bali Mandara sambil menunggu hasil autopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya. Baiq





