Inovasi Radio Raditya Denpasar Jadi Percontohan Nasional, Deputi Kemenpan RB Pantau Langsung Layanan Inklusi

Inovasi Radio Raditya Denpasar Jadi Percontohan Nasional, Deputi Kemenpan RB Pantau Langsung Layanan Inklusi
Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menerima kunjungan dari Deputi Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru guna meninjau Inovasi Raditya RPKD Kota Denpasar di Dharma Negara Alaya Denpasar, Rabu (1/4/2026).

DENPASAR – balinusra.com | Radio Publik Kota Denpasar (RPKD) 92,6 FM terus membuktikan kualitasnya di kancah nasional. Setelah sukses meraih penghargaan bergengsi dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, inovasi bertajuk “Radio Inklusi Menuju Kota Denpasar Maju dan Jaya” (Raditya) kini ditinjau langsung oleh Kementerian PANRB sebagai salah satu praktik baik (best practice) layanan publik yang inklusif.

Kunjungan kerja ini dilakukan oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru, pada Rabu (1/4/2026), di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.

Meninjau Fasilitas dan Keberlanjutan Inovasi Radio Raditya Denpasar

Dalam kunjungannya, rombongan Deputi Kemenpan RB menyisir berbagai fasilitas di Dharma Negara Alaya. Mulai dari ruang amphiteater, area diskusi, ruang pameran, hingga berakhir di studio utama RPKD Kota Denpasar.

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa inovasi Raditya tetap berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Otok Kuswandaru memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam menghadirkan pelayanan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Inovasi yang baik adalah inovasi yang mampu memberikan kemanfaatan serta kepuasan optimal bagi publik. Sesuai dengan amanat undang-undang terkait aksesibilitas pelayanan,” ujar Otok Kuswandaru.

Wadah Kreativitas Kelompok Rentan

Inovasi Raditya yang dikelola oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Kota Denpasar ini tidak sekadar menjadi media informasi. Tetapi juga sebagai sarana komunikasi dan sosialisasi yang inklusif.

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menjelaskan, fokus utama dari Raditya adalah merangkul kelompok-kelompok yang sering kali terpinggirkan. Seperti penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), dan remaja kategori rentan.

“Ide utama inovasi ini adalah memenuhi kebutuhan warga akan wadah berkreasi yang inklusif, sekaligus memperkuat posisi Denpasar sebagai Kota Inklusi,” kata Eddy Mulya.

Melalui kunjungan ini, Pemkot Denpasar berharap Inovasi Raditya dapat terus berkembang secara berkelanjutan demi kemudahan masyarakat luas. Baiq