Putri Koster Targetkan 85 Persen Program Pembangunan Desa Sukses Lewat Peran Kader Posyandu

Putri Koster Targetkan 85 Persen Program Pembangunan Desa Sukses Lewat Peran Kader Posyandu
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, optimis bahwa 85 persen program pembangunan desa dapat terwujud. Foto: Istimewa

BADUNG – balinusra.com | Upaya menciptakan generasi yang cerdas, sehat, dan berkualitas di Bali terus diperkuat melalui aksi nyata di tingkat desa. Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, optimis bahwa 85 persen program pembangunan desa dapat terwujud apabila para kader bekerja dengan serius dan penuh dedikasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Putri Koster saat memimpin kegiatan aksi sosial bertajuk “Membina dan Berbagi” yang berlangsung di Desa Pangsan, dan Desa Sulangai, Kabupaten Badung, Selasa (31/3/2026).

Peran Kader Kunci Keberhasilan Program Pembangunan Desa di Badung

Menurut Putri Koster, keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada kinerja para kader di lapangan. Kader Posyandu bukan sekadar pelaksana tugas, melainkan jembatan komunikasi yang menyerap aspirasi dan menyelesaikan problematika masyarakat.

“Jika kader mampu menyerap aspirasi sekaligus memberikan solusi atas permasalahan di desa. Maka target 85 persen keberhasilan program desa akan sangat mudah dicapai,” ujarnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Putri Koster juga mengingatkan mengenai enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini menjadi inti dari layanan Posyandu.

Salah satu fokus yang diusung adalah pelestarian lingkungan melalui Gerakan Kulkul. Gerakan ini adalah sebuah inisiatif untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Putri Koster akan turun langsung melakukan gotong royong bersama anggota PKK dan kader Posyandu di Desa Sulangai pada 5 April mendatang.

Sinergi Pemerintah dan Posyandu

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata menjelaskan, Posyandu merupakan wadah strategis untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Kader Posyandu bertindak sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Sementara itu, Tim Pembina bertugas memberikan arahan, dan pembinaan. Serta evaluasi agar program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi publik,” jelas I Made Dwi Dewata.

Menutup rangkaian kunjungan kerjanya, Putri Koster meninjau langsung operasional TPS3R Sunara Giri Lestari di Desa Sulangai.

Ia memberikan apresiasi tinggi atas kesadaran warga desa yang hampir mencapai 100 persen dalam mengolah sampah organik di rumah masing-masing.

Sistem pengelolaan sampah di desa ini dinilai sangat inspiratif, yang mana sampah organik diolah mandiri oleh warga di rumah. Kemudian, sampah daur ulang dikumpulkan untuk dijual kembali.

Sedangkan untuk sampah residu dimusnahkan dengan mesin incinerator. Residunya dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna seperti paving block. Baiq