DENPASAR – balinusra.com | Sebanyak 687 siswa SMP Nasional (Spenas) Denpasar mulai menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut resmi berjalan sejak Kamis (8/1/2026) dan hingga kini telah dilaksanakan selama dua hari di sekolah tersebut. Selama dua hari pelaksanaan, menu makanan yang disajikan bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan gizi siswa.
Pengamat Pendidikan sekaligus Ketua Yayasan Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) yang menaungi SMP Nasional Denpasar, Dr. AAN. Eddy Supriyadinata Gorda, menilai kehadiran Program MBG sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar anak.
“Kita harus selalu bersyukur. Hari ini negara hadir di atas meja makan setiap siswa. Tidak ada lagi pemandangan siswa yang lesu karena lapar di kelas. MBG menyamaratakan hak setiap anak untuk kenyang dan sehat, tanpa melihat kasta ekonomi,” kata ESG, sapaanya, Jumat (9/1/2026) saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, program MBG juga berkontribusi dalam meringankan beban ekonomi keluarga. Kehadiran MBG bukan sekadar penyediaan makan siang, melainkan bentuk subsidi langsung bagi rumah tangga.
“Orang tua kini dapat mengalokasikan biaya makan tersebut untuk kebutuhan pendidikan anak lainnya,” ujarnya.

Selain berdampak pada keluarga, ESG menilai MBG juga memberikan efek domino bagi perekonomian lokal. Rantai pasok yang melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai mampu menghidupkan warung-warung lokal serta petani daerah. “Uang rakyat kembali ke rakyat, dalam bentuk gizi dan perputaran ekonomi lokal,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu banyak membandingkan pelaksanaan MBG di Indonesia dengan negara-negara maju yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa, seperti Malaysia, India, Brasil, Finlandia, Swedia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Prancis, Kenya, dan Timor Leste.
“Menyempurnakan sistem memang perlu waktu, tetapi memberi makan anak bangsa tidak bisa menunggu. Mari kita kawal bersama, namun pertama-tama mari kita syukuri langkah besar ini,” tegasnya.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali, Risca Christina, menyebutkan bahwa pada tahun 2026 BGN Bali menargetkan sebanyak 507 ribu penerima manfaat Program MBG.
“Angka tersebut realistis dan disesuaikan dengan jumlah SPPG yang saat ini telah berdiri di Bali,” ujarnya.
Risca menjelaskan, saat ini terdapat 178 SPPG di Bali, namun baru 147 SPPG yang telah beroperasi. Sisanya masih dalam tahap persiapan.
“Sekarang sudah ada 178 SPPG, yang operasional 147. Sisanya masih persiapan. Dengan jumlah tersebut, penerima manfaat diperkirakan sekitar 507 ribu orang, termasuk siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” jelasnya.
Pada hari pertama implementasi MBG tahun 2026, Kamis (8/1/2026), jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 182.782 orang, belum mencapai target awal.
Menurut Risca, hal tersebut disebabkan masih adanya SPPG baru yang berada pada tahap uji coba, sehingga belum dapat langsung menyediakan 2.500 paket MBG.
“Kami diarahkan untuk membatasi penerima manfaat sekitar 1.000 terlebih dahulu. Minggu kedua akan dinaikkan 500, dan seterusnya. Polanya seperti uji coba, tetapi harus berkelanjutan dan tidak boleh berhenti,” pungkasnya. Baiq












