MATARAM – balinusra.com | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Tim Medis Dukungan NTB terus menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana banjir di Provinsi Aceh. Memasuki hari keempat penugasan, tim berhasil memulihkan layanan kesehatan dasar, memperluas jangkauan pelayanan bagi pengungsi, serta memperkuat koordinasi respons bencana di Kabupaten Aceh Utara.
Pada Rabu (24/12/2025), Koordinator Tim Medis NTB, Lalu Madahan, SKM., MPH, mengatakan, tim melaksanakan sejumlah kegiatan strategis di Puskesmas Simpang Tiga Utara dan beberapa posko pengungsian terdampak banjir.
Pemulihan layanan kesehatan dilakukan melalui gotong royong pembersihan Puskesmas Simpang Tiga Utara bersama tenaga kesehatan setempat dan masyarakat. Upaya ini memungkinkan layanan kesehatan kembali dibuka secara bertahap. Pada hari yang sama, puskesmas melayani 35 pasien dengan keluhan kesehatan umum, infeksi kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta layanan kontrol pascabencana.
Selain layanan statis, Tim Medis NTB juga mengoperasikan layanan kesehatan bergerak ke Posko Pengungsian Matang Keutapang. Sebanyak 62 pengungsi mendapatkan pelayanan kesehatan, dengan keluhan dominan gangguan pernapasan dan pencernaan.
Dalam rangka pemulihan menyeluruh, tim turut memberikan dukungan psikososial dan trauma healing kepada anak-anak terdampak banjir. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Puskesmas Simpang Tiga Utara melalui terapi bermain untuk 15 anak usia 3–9 tahun, serta di Posko Pengungsian Krung Lingka melalui intervensi kelompok dan penguatan rutinitas spiritual bagi 19 anak dan remaja usia 4–18 tahun. Kegiatan tersebut mendapat respons positif dan dinilai penting bagi pemulihan psikologis pascabencana.
Tim Medis NTB juga memperkuat sistem koordinasi respons bencana dengan memberikan dukungan teknis kepada Health Emergency Operations Center (HEOC) Kabupaten Aceh Utara. Salah satunya melalui penyusunan Peta Respons Bencana Digital berbasis Google MyMaps yang memuat data fasilitas kesehatan, lokasi dan jumlah pengungsi, layanan pendukung, pemetaan risiko kesehatan pascabanjir, serta jalur distribusi logistik kesehatan.
Peta digital tersebut dinilai efektif dalam mendukung koordinasi lintas sektor serta penentuan prioritas intervensi di lapangan.
Secara keseluruhan, pada hari keempat penugasan, Tim Medis NTB telah memberikan layanan langsung kepada 131 orang, meliputi pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, dan trauma healing.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dukungan dengan rencana penambahan jam layanan puskesmas, perluasan tim kesehatan bergerak, kunjungan rumah bagi kelompok rentan, serta pemutakhiran data respons bencana secara real-time bersama HEOC dan instansi terkait.
Pemprov NTB juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, tenaga kesehatan setempat, relawan, dan masyarakat atas kolaborasi solid dalam penanganan bencana banjir tersebut.












