Rohaniawan Lintas Agama Bersatu dalam Doa untuk Indonesia

Screenshot 2025-12-13 001759
Rohaniawan Lintas Agama usai melakukan doa bersama untuk Indonesia. Foto : Zohra

DENPASAR – balinusra.com | Menyikapi bencana banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera, Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali menyelenggarakan doa lintas agama yang berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Hindu Indonesia (UNHI) pada Jumat, (12/12/2025).

Acara yang dipimpin oleh Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba selaku Dharma Adhiyaksa PHDI Pusat tersebut berjalan dengan khidmat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, Muhamad Toha; perwakilan Rohaniawan Budha, Bhante Rung Subhantdho; serta rohaniawan dari Katholik, Kristen, dan Konghucu, termasuk Putu Shantiro.

Dalam sambutannya, Ida Pedanda Gde Bang Buruan Manuaba menjelaskan bahwa doa lintas agama ini merupakan wujud solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera, sekaligus upaya memperteguh harmoni dan persaudaraan di Bali.

“Kegiatan (doa bersama lintas agama, red) ini kami gelar sebagai bentuk kepedulian, empati terhadap saudara-saudara kami terdampak bencana alam di Pulau Sumatera. Dengan digelarnya kegiatan ini kami memohon agar Indonesia, khususnya Bali, terhindar dari segala mara bahaya dan dijauhkan dari benca alam,” ungkapnya.

Suasana hening dan khusyuk terlihat sepanjang kegiatan, mencerminkan kedekatan antar rohaniawan lintas agama yang hadir dan menghadirkan harapan bersama agar bangsa Indonesia senantiasa mendapat perlindungan dari bencana.

Usai pelaksanaan, Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak mewakili Ketua Umum PHDI, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya—menyampaikan bahwa doa bersama ini menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan antar umat, sekaligus mengukuhkan komitmen untuk menjaga kerukunan serta mengedepankan empati terhadap berbagai bencana yang terjadi akhir-akhir ini.

“Intinya kami berhadap, nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam kegiatan doa bersama kali ini, mampu mendorong umat manusia untuk selalu menjaga keseimbangan harmoni alam semesta, mempererat hubungan sesama manusia dan menjauhkan nya dari segala bentuk kemurkaan alam,” imbuhnya.

Nyoman Kenak juga menuturkan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang guna menjaga tali silaturahmi umat beragama di Bali, sehingga tercipta fondasi kuat bagi keberlanjutan kerukunan di Provinsi Bali.Red

TERP HP-01