DENPASAR – balinusra.com | Sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus peningkatan fasilitas adat, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa tengah melaksanakan program re-desain bale kulkul di Merajan Agung Puri Kaleran Tanggayuda, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bale kulkul yang telah mengalami kerusakan serta tidak lagi berfungsi optimal dalam mendukung sistem komunikasi tradisional masyarakat.
Bale kulkul merupakan bangunan tradisional Bali yang berfungsi sebagai menara tempat menggantung kulkul—alat komunikasi berbahan kayu yang dipukul untuk menyampaikan pesan kepada warga. Di Puri Kaleran Tanggayuda, bale kulkul memegang peran penting dalam berbagai aktivitas adat dan sosial. Namun, seiring berjalannya waktu, struktur bangunan yang ada kini dinilai tidak layak, dengan material yang lapuk serta ketinggian yang terlalu rendah sehingga suara kulkul sulit menjangkau seluruh wilayah desa.
Melihat kondisi tersebut, pihak puri bersama tokoh adat dan masyarakat setempat menginisiasi rencana renovasi. Namun, keterbatasan tenaga profesional seperti arsitek dan insinyur sipil menjadi kendala utama dalam mewujudkan pembangunan yang aman, estetis, dan sesuai dengan tatanan arsitektur tradisional Bali. Oleh karena itu, kehadiran tim akademisi melalui kegiatan pengabdian masyarakat menjadi langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
Kegiatan pengabdian ini mencakup survei dan analisis kondisi eksisting, diskusi kelompok terarah (FGD) bersama tokoh adat serta warga, hingga proses perancangan ulang bale kulkul. Desain baru direncanakan tidak hanya memperbaiki struktur fisik dan menambah ketinggian bangunan, tetapi juga memastikan bahwa konstruksi tetap selaras dengan nilai-nilai budaya lokal yang dijunjung masyarakat Desa Bongkasa.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian bangunan tradisional, termasuk cara perawatan bale kulkul agar berfungsi dalam jangka panjang. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, program ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki dan kesadaran kolektif untuk menjaga warisan budaya leluhur.
Program pengabdian ini juga memberikan kontribusi langsung terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pada aspek keterlibatan dosen dan mahasiswa di luar kampus, pemanfaatan hasil kerja akademik oleh masyarakat, serta penguatan kolaborasi dengan komunitas lokal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan bale kulkul di Merajan Agung Puri Kaleran Tanggayuda dapat kembali berfungsi secara maksimal sebagai pusat komunikasi adat, sekaligus menjadi simbol pelestarian budaya Bali yang terus relevan dengan perkembangan zaman. Re-desain ini bukan hanya sekadar mendesain kembali bangunan, tetapi juga langkah penting menjaga identitas dan kohesi sosial masyarakat Desa Bongkasa.rl












