DENPASAR – balinusra.com | Paul La Fontaine, seorang ayah asal Australia yang telah mencari putri kembarnya, Isla dan Sianna, sejak Agustus 2022, telah memberikan bantahan keras atas pernyataan mantan istrinya, Adinda Viraya Paramitha (AVP), yang dipublikasikan oleh media lokal tanpa konfirmasi kebenarannya terlebih dahulu. Paul menegaskan bahwa tuduhan intimidasi dan ancaman tersebut tidak benar dan merusak reputasinya.
“Saya tidak pernah mengintimidasi Adinda. Tuduhan-tuduhan ini tidak benar dan merusak reputasi saya. Saya tidak bertemu mantan istri saya selama lebih dari 3 tahun sejak AVP menyembunyikan putri-putri saya tercinta. Saya seperti orang tua mana pun yang mencari putri-putri saya, seperti ayah mana pun yang sedang berduka,” ujarnya.
Paul didampingi oleh kuasa hukumnya, H.M.P. Andreas N, S.H., yang memperkuat pernyataan Paul dan memberikan konteks hukum terkait kasus yang sedang berlangsung.

Menurut Andreas, AVP telah dilaporkan secara resmi, menerima panggilan pengadilan, dan saat ini sedang diselidiki atas dugaan pencemaran nama baik dan penghalangan hak asuh Paul.
“Ya, Adinda telah dilaporkan. Tuduhan sepihak yang ia sampaikan di media tidak berdasarkan fakta dan telah menyebabkan kerugian hukum yang serius bagi klien kami,” kata Andreas.
Paul dan tim hukumnya menyatakan kekecewaannya terhadap media yang mempublikasikan klaim AVP tanpa meminta konfirmasi atau memberikan hak jawab.
“Ini melanggar Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers Indonesia. Publik menerima informasi yang tidak berimbang, dan klien kami dirugikan secara tidak adil,” tegas Andreas.
Di sisi lain, AVP sebelumnya telah memberikan keterangan kepada media lokal bahwa sejak putusan Mahkamah Agung pada 14 Juli 2025 yang menetapkan hak asuh penuh berada padanya, ia justru mengalami peningkatan gangguan dan intimidasi. AVP mengaku rumah serta lokasi tempat kerjanya pernah didatangi oleh Paul, yang menurutnya menimbulkan tekanan psikologis bagi dirinya, anak-anak, dan lingkungan sekitar. AVP juga menyebut adanya dugaan kampanye digital yang menampilkan foto anak-anaknya dengan narasi menyesatkan, serta pelibatan aparat kepolisian dengan laporan yang dinilai tidak berdasar. Terhadap tuduhan penyiksaan anak, AVP menyatakan bahwa dirinya memiliki kesaksian kuat dari lingkungan terdekat yang membantah klaim tersebut. *












