DENPASAR – balinusra.com | Pada Sabtu, 8 November 2025, aula utama Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar dipenuhi suasana hangat dan tawa penuh nostalgia.
Sejak pagi, para alumni dari berbagai jurusan berdatangan, saling menyapa dan berpelukan setelah lama tak bertemu. Spanduk bertuliskan “Alumni Gathering: Career Opportunities and Job Market Trend” menjadi saksi semangat kebersamaan yang tumbuh di antara mereka.
Kegiatan ini bukan sekadar temu kangen. Melalui seminar nasional dan temu alumni tahun 2025, Poltekkes Kemenkes Denpasar berupaya menghidupkan kembali semangat kolaborasi dan membuka pandangan baru tentang peluang karier tenaga kesehatan di era modern.
Acara digelar secara hybrid, menghubungkan peserta dari berbagai daerah hingga luar negeri melalui Zoom Meeting.
Dr. I Komang Lindayani, S.KM., M.Keb., selaku ketua panitia kegiatan, menegaskan bahwa temu alumni bukan hanya silaturahmi, tetapi juga wadah berbagi wawasan dan memperluas jejaring profesional.
Pertemuan ini bagai jembatan emas pertukaran wawasan dan informasi-informasi penting antar-keluarga besar alumni.
Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. Sri Rahayu, S.Tr.Keb., S.Kep., Ners., M.Kes., dalam sambutannya menekankan peran alumni sebagai aset penting dalam pengembangan kampus dan dunia kerja.
“Alumni bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi pilar masa depan. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk menghadapi perubahan global,” ujar Sri Rahayu.
Seminar menghadirkan dua narasumber utama yang memikat peserta. N. Karina Wedanti, S.Pd., M.Pd., membawakan materi “Membentuk Masa Depan Karier dan Tren Dunia Kerja,” yang menyoroti pentingnya soft skill, komunikasi, dan kepercayaan diri.
Sementara itu, Ns. I Dewa Gede Putra Wiadnya, S.Kep., menyampaikan materi “Menjadi Tenaga Kesehatan Cerdas Digital: Adaptasi AI untuk Layanan Kesehatan Masa Depan.” Ia mengajak peserta memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Diskusi dipandu I Made Sukarja, S.Kep., Ners., M.Kep., yang membuat suasana seminar interaktif dan penuh antusiasme.
Sesi berikutnya, Sharing Session Alumni, menjadi momen paling berkesan. Ns. I Wayan Kardana, S.Tr.Kep (Keperawatan) membuka dengan kisahnya di ruang gawat darurat, menekankan pentingnya ketenangan dan empati dalam situasi kritis.
Bdn. Engjie Flamink Aenti, S.Tr.Keb (Kebidanan) berbagi tentang pentingnya komunikasi humanis dengan ibu hamil di komunitas.
I Gusti Putu Adiputra, A.Md.Kg (Kesehatan Gigi) menuturkan pengalamannya melayani masyarakat pedesaan dengan fasilitas terbatas.
A.A. Istri Sukma Hitarini, S.Tr.Gz (Gizi) berbicara tentang peran tenaga gizi dalam literasi pangan dan perubahan perilaku masyarakat.
Putu Adi Narendra, S.Tr.Kes., M.I.Kom (Kesehatan Lingkungan) membagikan pengalamannya mengembangkan kampanye kesehatan digital yang kreatif dan berdampak luas.
Terakhir, I Putu Mahendra, A.Md.Kes (Teknologi Laboratorium Medis) menekankan pentingnya akurasi dan integritas dalam setiap hasil pemeriksaan laboratorium.
Sesi yang dipandu Dr. I Wayan Juniarsana, S.ST., M.Fis. ini penuh inspirasi dan tawa—sebuah refleksi bahwa pengabdian adalah bahasa universal para alumni kesehatan.
Menjelang siang, suasana berubah santai. Musik akustik mengiringi alumni yang berfoto bersama, berbagi cerita masa kuliah, hingga membahas peluang kerja sama baru. Semangat kebersamaan terasa nyata—bahwa reuni bukanlah akhir, melainkan awal langkah baru untuk terus berbuat bagi masyarakat.
Acara ditutup dengan harapan agar temu alumni menjadi agenda tahunan. Dari aula sederhana di Sidakarya, semangat “Bangga Melayani Bangsa” kembali tumbuh. Poltekkes Kemenkes Denpasar tidak hanya mencetak tenaga kesehatan profesional, tetapi juga membangun keluarga besar yang siap berkontribusi untuk Indonesia yang lebih sehat, berilmu, dan berdaya. *












