Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) Universitas Ngurah Rai (UNR) kembali melahirkan lulusan baru dalam Yudisium ke-44, Kamis (28/8/2025) di Auditorium UNR. Sebanyak 36 sarjana Administrasi Publik dilepas, dengan latar belakang dan kiprah yang beragam.
Dua di antaranya adalah perbekel atau kepala desa: I Wayan Katon, Perbekel Desa Penatih Dangin Puri, Denpasar, dan I Wayan Kamar, Perbekel Desa Batu Kandik, Nusa Penida, Klungkung. Selain itu, ada pula atlet judo internasional I Gede Agastya Dharma Wardhana serta Ketua Bersih-Bersih Bali, IGNA Agus Norman Sasono, yang dikenal sebagai penggerak aksi lingkungan.
Dekan FISHUM UNR Dr. Drs. I Wayan Astawa, SH., MAP., menegaskan bahwa lulusan bukan sekadar menyandang gelar, melainkan harus mampu mengimplementasikan ilmunya demi peningkatan layanan publik.
“Lulusan kali ini telah bekerja di berbagai sektor, baik sebagai ASN, wirausaha, pegawai swasta, organisasi politik, dan sektor lainnya. Dengan kata lain kami tidak meluluskan calon pengangguran atau menambah deretan pengangguran,” jelasnya didampingi Wakil Dekan Dr. Ni Luh Putu Suastini, SE., M.Si., dan Kaprodi Administrasi Publik Sri Sulandari, S.Sos., MAP.
Astawa juga menekankan tema yudisium Merajut Inklusi, Menyatukan Harmoni dalam Tri Hita Karana bukan hanya slogan. “Inklusi berarti membuka hati, merangkul semua perbedaan. Harmoni berarti menyatukan langkah, bukan saling menjatuhkan. Dan Tri Hita Karana mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hubungan yang selaras: dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam semesta,” ungkapnya.
Adapun capaian akademik tahun ini mencatat IPK tertinggi 3,98, terendah 3,03, dan rata-rata 3,70. Lulusan tercepat berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 3 bulan 15 hari. Dengan tambahan lulusan ini, total alumni FISHUM UNR telah mencapai 2.002 orang.
Dari sisi lulusan, Wayan Kamar menegaskan niatnya mengaplikasikan ilmu administrasi publik dalam kapasitasnya sebagai kepala desa. “Banyak hal yang didapatkan selama kuliah, terutama bertukar wawasan dengan dosen dan sesama mahasiswa,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan I Wayan Katon. Ia bahkan berencana melanjutkan studi ke jenjang magister di UNR. “Di era kemajuan seperti sekarang ini, para pemimpin di banjar dan desa dituntut memiliki kompetensi lebih baik dari sisi wawasan dan keilmuan,” katanya.
Sementara itu, Gede Agastya tengah mempersiapkan diri mendaftar sebagai pegawai di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menurutnya, kombinasi keahlian olahraga dan ilmu administrasi publik akan menjadi modal penting untuk meniti karir pasca-lulus. Baiq





