FKIK Unwar Bekali Siswa SMAN 7 Denpasar Cara Mengelola Stres Secara Sehat

FKIK Unwar Bekali Siswa SMAN 7 Denpasar Cara Mengelola Stres Secara Sehat
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMA Negeri 7 Denpasar, Rabu (30/9/2026).

DENPASAR – balinusra.com | Tuntutan akademik, tugas yang menumpuk, hingga tekanan pergaulan dapat membuat remaja merasa kewalahan. Untuk membantu siswa menghadapi berbagai tekanan tersebut, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Optimalisasi Manajemen Stres pada Siswa Sekolah Menengah Atas” di SMA Negeri 7 Denpasar, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan ini diikuti 30 siswa kelas XI. Melalui program tersebut, siswa dibekali pemahaman dan keterampilan untuk mengenali, memahami, serta mengelola stres secara sehat.

Pembekalan ini diharapkan dapat membantu siswa menghadapi berbagai tantangan akademik, terutama saat memasuki kelas XII yang memiliki tuntutan belajar lebih tinggi.

Kegiatan menghadirkan narasumber dr. Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi Manuaba, M.Biomed. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami berbagai penyebab stres, mengenali gejalanya, serta mengetahui dampaknya terhadap kesehatan fisik, kondisi emosional, dan prestasi belajar.

Selain mendapatkan materi, siswa juga diajak mempraktikkan langkah-langkah sederhana untuk mengelola stres yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Pembekalan manajemen stres dinilai penting bagi siswa yang berada dalam masa perkembangan dan menghadapi beragam tuntutan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan.

Kemampuan mengelola stres tidak hanya menjadi bekal dalam menghadapi ujian, tetapi juga merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan mental remaja. Stres yang menumpuk tanpa penanganan yang tepat dapat memengaruhi suasana hati, konsentrasi, hingga kesejahteraan siswa secara menyeluruh.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif bertanya, berdiskusi, dan mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian. Sejumlah peserta mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai stres serta cara menyikapinya secara lebih positif.

Hasil kegiatan juga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai stres dan cara mengelolanya.

Ketua pelaksana, dr. Ni Wayan Diana Ekayani, MHPE, FFRI, berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa.

Menurutnya, stres yang dialami siswa merupakan hal yang wajar. Namun, kondisi tersebut perlu dikelola dengan tepat agar tidak mengganggu kesehatan maupun prestasi belajar.

Melalui kegiatan ini, kepedulian terhadap kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah diharapkan semakin meningkat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga dinilai penting untuk mendukung tumbuhnya generasi muda yang tangguh dan sehat secara mental.rl