Undiknas Kukuhkan Prof. Widhiasthini Jadi Guru Besar Tetap Bidang Reformasi Administrasi

Undiknas Kukuhkan Prof. Widhiasthini Jadi Guru Besar Tetap Bidang Reformasi Administrasi
Pengukuhan Prof. Dr. Ni Wayan Widhiasthini Ss. os. M. Si.

BALI – balinusra.com | Prof. Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos., M.Si. resmi dikukuhkan sebagai guru besar tetap Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) bidang Reformasi Administrasi. Prosesi pengukuhan berlangsung bertepatan dengan Wisuda ke-102 Undiknas pada Jumat (16/10/2026) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Pencapaian ini menobatkan Prof. Widhiasthini sebagai guru besar ke-11 Undiknas, sekaligus guru besar pertama di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM). Pengukuhan ini bukan sekadar puncak capaian akademik, melainkan awal dari pengabdian intelektual yang lebih luas bagi masyarakat dan institusi.

Perjalanan Akademik dan Kepakaran Reformasi Administrasi

Fokus kepakaran pada Reformasi Administrasi telah ditekuni Prof. Widhiasthini sejak meraih jabatan lektor kepala pada tahun 2023. Berdasarkan struktur pohon keilmuan, bidang ini berada dalam rumpun ilmu sosial, dengan cabang administrasi publik, dan reformasi administrasi sebagai spesialisasi utamanya.

Perjalanan pengajuan jabatan fungsional tertinggi tersebut melalui beberapa tahapan penting. Pada Mei 2026 pengajuan awal usulan guru besar, Juli 2026 proses revisi teknis berkas. Kemudian, September 2026 usulan resmi dinyatakan diterima, dan tanggal 29 September 2026 Penerbitan Surat Keputusan (SK) Guru Besar.

Prof. Widhiasthini mengungkapkan, keberhasilan ini terwujud berkat dukungan banyak pihak. Ia memaknai pencapaian ini sebagai momentum untuk terus mengembangkan diri dan menjalankan tanggung jawab akademik.

Komitmen dan Amanah Pengabdian Akademik

Prof. Widhiasthini berharap dapat terus berkarya dan mengabdikan diri di dunia pendidikan tinggi dengan dukungan kesehatan serta semangat penuh.

“Saya konsisten dengan amanah ini dan juga akan saya pegang sampai akhir hayat saya. Saya akan berkinerja. Mudah-mudahan diberikan kesehatan lahir dan batin, sehingga saya bisa mengabdi tugas ini dengan baik,” ucapnya.

Wisuda ke-102 Undiknas dan Pelantikan 35 Insinyur

Pada momentum yang sama, Undiknas merayakan kelulusan 358 wisudawan dari jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktor. Melalui Pelantikan Profesi, Undiknas juga melantik 35 insinyur yang siap berkontribusi di tingkat nasional dan internasional.

Rektor Undiknas, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., menegaskan bahwa kampus tidak hanya menerbitkan ijazah. Undiknas berfokus mencetak lulusan yang memiliki daya saing dan integritas di dunia kerja, kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Serta jiwa kepemimpinan dan fleksibilitas adaptasi di lingkungan profesional.

Penerapan Visi Techno-researchpreneur University dan SDGs

Sebagai langkah nyata memberikan dampak sosial, Undiknas menerjunkan 52 mahasiswa dan 12 dosen pendamping dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan di Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Dengan mengusung semangat Techno-researchpreneur University, Undiknas memperkuat kualitas lulusan melalui kurikulum berbasis capaian pembelajaran (outcome-based education / OBE). Kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Pembelajaran berbasis praktik dan internasionalisasi. Serta penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam kebijakan akademik dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Bagi Undiknas, tolok ukur keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya dihitung dari jumlah lulusan, melainkan dari besarnya dampak positif yang dihadirkan bagi masyarakat. Baiq