DENPASAR – balinusra.com | Aksi bersih sampah plastik di kawasan hutan mangrove Pesanggaran berhasil mengumpulkan 3,56 ton sampah. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya tantangan penanganan sampah di kawasan pesisir sekaligus pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Aksi bersih sampah ini diinisiasi Pemerintah Provinsi Bali bersama sejumlah instansi untuk menyambut Hari Tumpek Wayang. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan kendaraan pengangkut sampah untuk dibawa ke tempat penanganan selanjutnya.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, menyampaikan bahwa kegiatan ini difokuskan pada pembersihan sampah plastik di kawasan hutan mangrove dan lingkungan sekitarnya.
“Selain menjaga kelestarian ekosistem mangrove, kegiatan ini juga bertujuan mengurangi potensi banjir akibat penumpukan sampah di saluran air, drainase, dan sungai,” jelasnya usai kegiatan, Jumat (9/10/2026).
Melalui kolaborasi pemerintah, aparat, dunia pendidikan, komunitas lingkungan, dan masyarakat, penanganan sampah diharapkan dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Sejalan dengan kebijakan tersebut, peserta diwajibkan membawa botol minum guna ulang (tumbler) untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai.
Peserta juga membawa perlengkapan kebersihan secara mandiri, seperti penjepit sampah, sarung tangan, dan karung. Mereka bertanggung jawab memastikan sampah yang dikumpulkan siap diangkut untuk penanganan lebih lanjut.
Momentum Tumpek Wayang diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Aksi ini sekaligus mengingatkan bahwa penanganan sampah membutuhkan tanggung jawab bersama dan perubahan perilaku berkelanjutan, mulai dari membatasi penggunaan plastik sekali pakai hingga mengelola sampah sejak dari sumbernya, demi mewujudkan Bali yang bersih, sehat, dan lestari.
Jurnalis: Zohra Baiq
Editor : Eva Lativah





