DENPASAR – balinusra.com | Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), terus mendorong percepatan program bedah rumah serta program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Langkah percepatan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi virtual bersama Menteri PKP yang diikuti Gubernur Bali Wayan Koster pada Rabu (30/9) malam.
Progres Bedah Rumah dan Imbauan Percepatan ke Bupati/Wali Kota
Kepala Balai PKP Nusa Tenggara I, Lilik Lastantyo Adiarso, mengapresiasi surat imbauan Gubernur Bali kepada seluruh bupati dan wali kota se-Bali untuk mendukung percepatan program perumahan.
Program bantuan perumahan di Bali tercatat mengalami peningkatan dari 31 unit pada 2025 menjadi target 4.184 unit pada 2026.
Dari target tahun 2026 tersebut, sebanyak 387 unit telah rampung 100 persen. Namun, Surat Keputusan (SK) penerima bantuan yang terealisasi baru mencapai 1.410 unit. Oleh karena itu, langkah percepatan diperlukan dalam sisa waktu sekitar tiga bulan agar pelaksanaan program dapat memenuhi target.
Pembangunan Rusun Pekerja Seni dan Rumah Subsidi FLPP
Selain program bedah rumah, pemerintah juga menjalankan pembangunan rumah susun (rusun). Salah satunya adalah pembangunan satu tower rusun tipe 36 sebanyak 60 unit di Denpasar bagi MBR dan pekerja seni.
Sementara itu, dari program Kementerian PKP di luar APBN, terdapat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Atau rumah subsidi yang menargetkan sebanyak 1.114 unit pada tahun 2026.
Realisasi KPP Bali Capai Rp1 Triliun dan Bunga KUR 5%
Capaian signifikan juga dicatat pada penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Yaitu pembiayaan bersubsidi dari pemerintah untuk membantu masyarakat memiliki maupun merenovasi rumah.
Bali mencatatkan tingkat realisasi penyaluran KPP hingga 99,9 persen dengan nilai mencapai sekitar Rp1,003 triliun.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi tingginya penyaluran KUR Perumahan di Bali, di mana BPD Bali berada di posisi kedua nasional. Keunggulan utama KUR Perumahan ini adalah penetapan suku bunga sebesar 5 persen sejak awal hingga lunas.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas pelaksanaan program yang dinilai sangat menolong masyarakat kurang mampu di Bali.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Perkim Provinsi Bali Nusakti Yasa Weda dan Kepala Satuan Kerja PKP Provinsi Bali Made Aryati. Baiq





