GIANYAR-balinusra.com | Sebanyak 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa terlibat aktif dalam mengoptimalisasi pelayanan Posyandu Balita di Desa Taro Kelod, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung pada pukul 10.00 hingga 13.00 WITA ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, kader kesehatan desa, dan masyarakat setempat dalam menjaga tumbuh kembang generasi penerus.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa bertugas mendampingi 11 orang kader Posyandu melayani sebanyak 65 balita yang hadir. Pelayanan diawali dari tahap persiapan tempat dan area bermain anak, pendaftaran, pengarahan alur pelayanan, hingga pengukuran antropometri balita. Pengukuran meliputi Penimbangan Berat Badan (BB), Pengukuran Panjang/Tinggi Badan (PB/TB), Lingkar Lengan Atas (LILA), serta Lingkar Kepala (LIKA) guna memastikan tumbuh kembang balita terpantau secara komprehensif dan akurat.
Tak hanya memantau fisik balita, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) berupa bubur kacang hijau dan telur rebus untuk mendukung pemenuhan gizi anak. Keterlibatan mahasiswa Unwar dipastikan tidak menggantikan peran utama kader, melainkan memberikan dukungan teknis dan operasional sehingga alur pelayanan berjalan lebih cepat, teratur, dan ramah anak.
“Kolaborasi ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memperkuat semangat kader dan kesadaran para orang tua di Desa Taro Kelod untuk rutin memantau kesehatan buah hatinya,” ujar I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya, Koordinator/Dosen Pembimbing Lapangan KKN Universitas Warmadewa, beberapa waktu lalu.
Melalui kegiatan KKN berbasis pengabdian ini, Universitas Warmadewa terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi riil bagi kesehatan masyarakat desa. Sinergi yang harmonis antara mahasiswa, kader kesehatan, dan warga Desa Taro Kelod menjadi bukti pentingnya pendekatan partisipatif dalam mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang inklusif dan berkesinambungan.rl





