BADUNG, balinusra.com – Geliat kreativitas pemuda di Kabupaten Badung dalam menyambut Hari Raya Nyepi Saka 1948 semakin memuncak. Sebanyak 597 karya ogoh-ogoh hasil kreativitas Sekaa Teruna dan Yowana telah terdaftar untuk mengikuti penilaian tingkat zona yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung.
Persaingan tahun ini akan jauh lebih kompetitif. Tim dari Disbud Badung telah menjadwalkan proses penilaian secara maraton yang akan berlangsung selama empat hari, tepatnya pada 18 hingga 22 Februari 2026 mendatang.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha menegaskan, teknis penjurian kali ini mengedepankan keterbukaan. Menanggapi aspirasi dari para peserta, pihaknya memastikan bahwa skor penilaian tidak akan dirahasiakan.
“Saya pikir itu tidak untuk dirahasiakan, karena bukan rahasia negara menurut UU Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Sudarwitha, Minggu (15/2/2026).
Untuk menjaga objektivitas, ada 21 juri yang terbagi ke dalam tujuh zona wilayah. Setiap zona akan diawasi oleh tiga orang juri ahli.
Dalam proses penjurian, tim juri tetap berpegang teguh pada pakem seni keagamaan Hindu, yaitu Satyam (Kebenaran), Siwam (Kesucian), dan Sundaram (Keindahan/Estetika).
Aspek Sundaram atau estetika menjadi variabel dengan bobot nilai terbesar, yakni berkisar antara 5 hingga 50 poin. Mengingat padatnya jadwal juri yang harus menilai 18 hingga 20 karya setiap harinya, para anggota Sekaa Teruna harus siaga di lokasi untuk memaparkan konsep filosofis dari karya mereka kepada tim penilai.
Menariknya, Disbud Badung memberikan ruang yang luas bagi inovasi. Tidak ada perbedaan kasta antara ogoh-ogoh yang fokus pada detail anatomi manual dengan yang memanfaatkan teknologi motorik atau mesin. Keduanya akan diapresiasi secara adil tanpa harus diadu secara apple to apple.
Selain keindahan, kesadaran lingkungan juga menjadi poin krusial. Karya yang memanfaatkan bahan daur ulang. Seperti dari olahan limbah botol plastik secara artistik atau barang bekas lainnya, berpeluang mendapatkan skor tambahan dari dewan juri.
Pesta kreativitas ini akan mencapai puncaknya pada malam Pengerupukan yang akan berlangsung serentak di seluruh Bali, satu hari sebelum Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. rl/Baiq












